Jakarta, infopasar.id – Dunia konstruksi tanah air terus mencatatkan tren positif seiring meningkatnya permintaan bahan bangunan modern yang efisien.
Salah satu material yang kini menjadi primadona di berbagai proyek perumahan dan gedung bertingkat adalah bata ringan tipe Autoclaved Aerated Concrete (AAC) berukuran 10 cm.
Selain bobotnya yang jauh lebih ringan dibanding bata merah konvensional, material ini diminati karena mampu mempercepat durasi pengerjaan dinding bangunan secara signifikan.
Berdasarkan pantauan pasar terbaru per Mei 2026 di sejumlah distributor utama, harga bata ringan AAC ukuran 10 cm terpantau berada di kisaran Rp9.500 hingga Rp11.500 per biji.
Sementara itu, bagi kontraktor yang membutuhkan pasokan dalam volume besar, material modern ini dipatok dengan harga sekitar Rp620.000 per meter kubik.
Stabilitas harga pada bulan ini dinilai sangat membantu para pengembang dalam menyusun estimasi biaya anggaran belanja proyek agar tetap efisien.
Para kontraktor memilih bata ringan ini karena menawarkan efisiensi ganda, baik dari segi biaya maupun waktu pemasangan.
Dimensinya yang presisi dan permukaannya yang rata membuat proses pengerjaan dinding hanya memerlukan semen perekat khusus dalam jumlah minimal.
Keunggulan struktural ini membuat hebel AAC 10 cm menjadi standar baru dalam pembangunan dinding yang kokoh namun tetap ekonomis.
Selain faktor ekonomis, hebel AAC juga unggul dalam memberikan kenyamanan jangka panjang bagi penghuni bangunan berkat kemampuan isolasi termal dan suara yang sangat baik. Ruangan di dalam bangunan menjadi tidak mudah panas dan lebih kedap suara dari kebisingan luar.
Ditambah dengan sifatnya yang tahan api, material ini tidak hanya menghemat biaya pembangunan tetapi juga meningkatkan standar keselamatan properti modern.









