Kep. Babel, infopasar.id – Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Kepulauan Bangka Belitung menggelar Kegiatan Assessment Center dalam rangka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.
Kegiatan strategis ini ditujukan untuk menyaring para calon pemimpin terbaik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat pada Tahun Anggaran 2026.

Melalui tahapan ini, kompetensi dan kapabilitas para peserta akan diuji secara mendalam demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional.
Pelaksanaan asesmen tersebut berlangsung selama dua hari berturut-turut 23 dan 24 Juli 2026. Penggunaan fasilitas Assessment Center milik Polri ini menjamin proses seleksi berjalan secara objektif, transparan, dan akuntabel.

Dengan demikian, pejabat yang terpilih nantinya diharapkan benar-benar memiliki kompetensi unggul serta integritas tinggi untuk memajukan daerah.
Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan institusi kepolisian dalam mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan daerah yang bersih melalui penyaringan pimpinan yang akuntabel. Pelaksanaan ini tertuju pada komitmen besar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga netralitas dan objektivitas.

Ketua Tim dari Markas Besar (Mabes) Polri, Kombes Pol. Nurman Surachman, S.I.K., M.Si., memimpin langsung jalannya pengujian demi memastikan seluruh tahapan berjalan tanpa intervensi.
Kehadiran perwira tinggi dari lini penilai kompetensi ini menjadi garansi bahwa mutu seleksi berada di level tertinggi.
Kombes Pol. Nurman Surachman menegaskan bahwa Korps Bhayangkara memegang teguh profesionalisme dalam membedah potensi para aparatur negara.
Bersama AKBP M. Firdaus Al-kautsar, S.E., S.I.K., M.I.K., pengawasan ketat diberlakukan mulai dari ruang ujian hingga ruang pleno integrasi skor nilai.

“Kami memastikan seluruh rangkaian peniliaian berjalan lurus sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) baku yang transparan,” tegas Kombes Pol. Nurman di sela memantau ruang asesmen.
Sebanyak 14 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik dari jajaran Pemkab Bangka Barat maju sebagai peserta (asesi) dalam ujian terbuka ini.
Mereka melewati ragam instrumen psikologi serta metode kotak masuk (in-tray) guna mengetahui kecakapan berpikir strategis di bawah tekanan.
Komitmen instrumen Polri ditegaskan di sini untuk memisahkan secara objektif mana kandidat yang siap memimpin dan mana yang belum memenuhi kriteria.
Tidak hanya ujian tulisan dan sistem komputer, tim asesor bentukan Mabes Polri juga menguliti aspek sosial kultural peserta. Melalui metode Leaderless Group Discussion (LGD), para perwira pengawas mengamati kelihaian komunikasi, negosiasi, serta bagaimana pengaruh kepemimpinan alami muncul tanpa adanya penunjukan ketua formal. Melalui saringan multidimensi ini, Polri menjamin tidak ada celah bagi penilaian yang bersifat subjektif.
Memasuki tahap akhir, para peserta diwajibkan melalui proses Behavioral Event Interview (BEI) yang menilik rekam jejak perilaku masa lalu sebagai indikator kinerja masa depan.
Kombes Pol. Nurman menjamin bahwa hasil dari wawancara mendalam ini disinkronkan secara adil dalam rapat integrasi para asesor profesional.
Struktur berlapis ini sengaja diterapkan untuk menjaga kemurnian nilai akhir kandidat. Melalui pelaksanaan Assessment Center modern di Mapolda Kep. Babel ini, komitmen Polri diharapkan mampu menyumbang kontribusi besar bagi kemajuan wilayah Bangka Barat.
Dengan profil pemimpin hasil rekomendasi yang objektif dan berintegritas tinggi, pejabat publik yang terpilih nantinya diyakini mampu membawa perubahan positif langsung di tengah masyarakat.









