InfoPasar.id
  • Beranda
  • News
  • Bisnis & Ekonomi
  • Keuangan
  • Politik
  • Tekno
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Bisnis & Ekonomi
  • Keuangan
  • Politik
  • Tekno
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
InfoPasar.id
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Bisnis & Ekonomi
  • Keuangan
  • Politik
  • Tekno
  • Gaya Hidup
Home Bisnis & Ekonomi

Anomali Harga Garam, Produksi Nasional Terhimpit Cuaca dan Impor

by Redaksi
17 Februari 2026
in Bisnis & Ekonomi
Anomali Harga Garam, Produksi Nasional Terhimpit Cuaca dan Impor

Oplus_16908288

43
VIEWS

Anomali Harga Garam, Produksi Nasional Terhimpit Cuaca dan Impor

Jakarta, infopasar.id – Komoditas garam nasional kembali menjadi sorotan di awal tahun 2026 seiring dengan fluktuasi harga yang kontras antara tingkat petani dan pasar retail.

Meskipun garam merupakan kebutuhan pokok, kesejahteraan para petani garam di sentra produksi seperti Madura dan Jawa Timur masih terbayang-bayang oleh ketidakpastian harga jual yang belum sepenuhnya berpihak pada mereka.

BacaJuga

Sensasi Kuliner Bonang, Sate Taichan The King’s Jadi Buruan Pecinta Pedas

Jelang Ramadan 1447 H, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Nasional Sidak Pasar

Dilema Emas Kuning, Fluktuasi Harga Jagung dan Dampaknya

Dinamika ini diperparah oleh tantangan iklim yang memengaruhi kuantitas serta kualitas panen di berbagai daerah.

Di tingkat produsen atau petani, harga garam krosok (garam kasar) dilaporkan mengalami tekanan di beberapa wilayah, seperti di Sampang yang sempat menyentuh angka Rp800 per kilogram.

Kondisi ini membuat para petani menjerit karena biaya produksi dan tenaga kerja terus meningkat, sementara harga jual di lahan seringkali tidak mencukupi untuk menutup modal operasional.

Keluhan mengenai lesunya harga ini menjadi potret klasik yang kembali berulang di tengah upaya swasembada nasional.

Sebaliknya, pantauan harga di pasar retail dan platform grosir daring pada Februari 2026 menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi bagi konsumen akhir.

Rata-rata harga garam grosir di pasaran berkisar di angka Rp24.120 per kilogram, dengan rentang harga termurah sekitar Rp5.488 hingga produk premium yang mencapai Rp67.500 per kilogram.

Untuk garam dapur kemasan 500 gram, harga stabil di kisaran Rp5.500, sementara garam industri atau NaCl halus dijual sekitar Rp6.000 hingga Rp8.400 per kilogram.

Rendahnya serapan garam rakyat seringkali dikaitkan dengan standar kualitas yang belum memenuhi spesifikasi industri besar.

Pemerintah mencatat bahwa kebutuhan garam nasional mencapai 4,5 hingga 5 juta ton per tahun, namun produksi dalam negeri pada tahun 2025 hanya mencapai sekitar 1 juta ton akibat kendala cuaca.

Kesenjangan pasokan ini memaksa Indonesia masih harus melakukan impor sekitar 2,6 hingga 3 juta ton garam per tahun untuk memenuhi kebutuhan sektor industri dan konsumsi.

Faktor cuaca menjadi penghambat utama produksi nasional yang diproyeksi tetap tertahan di angka 1 juta ton pada tahun 2026.

Di Jawa Timur, yang merupakan andalan produksi nasional, hasil panen garam rakyat dilaporkan turun hingga 40 persen.

Penurunan produksi yang drastis ini secara teori seharusnya menaikkan harga di tingkat petani karena kelangkaan barang, namun masuknya garam impor ke pasar rakyat seringkali justru menekan harga garam lokal.

Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 sebenarnya telah menargetkan percepatan pembangunan pergaraman nasional untuk mencapai swasembada.

Langkah strategis yang diambil meliputi intensifikasi lahan, pembangunan pabrik pengolah garam untuk meningkatkan kualitas standar industri, serta penguatan tambak rakyat.

Target besar ini diharapkan dapat memutus ketergantungan impor dan memberikan kepastian harga yang lebih adil bagi para petani lokal.

Menghadapi sisa tahun 2026, stabilitas harga garam akan sangat bergantung pada keberhasilan pemerintah dalam mengelola distribusi dan melindungi pasar domestik dari rembesan garam impor.

Tanpa intervensi yang kuat pada rantai pasok, ketimpangan antara harga murah di tingkat petani dan harga tinggi di tingkat konsumen akan terus berlanjut, yang pada akhirnya dapat menyurutkan minat masyarakat untuk tetap bertahan di sektor usaha pertambakan garam.

 

Tags: Harga garamInfopasarInformasi pasar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pererat Silaturahmi, PP KAGAMAHUT Gelar Halal Bihalal dan Ngobras Bareng Senior di Manggala Wanabakti

Pererat Silaturahmi, PP KAGAMAHUT Gelar Halal Bihalal dan Ngobras Bareng Senior di Manggala Wanabakti

14 April 2026
DEMA UIN Jakarta Gelar Diskusi Publik, Desak Penuntasan Kasus Kriminalisasi Andrie Yunus

DEMA UIN Jakarta Gelar Diskusi Publik, Desak Penuntasan Kasus Kriminalisasi Andrie Yunus

14 April 2026
Sinergi Pemkot Tangerang dan Pemprov Banten: Pantau Harga Pangan dan Jemput Bola Layanan NIB di Pasar Anyar

Sinergi Pemkot Tangerang dan Pemprov Banten: Pantau Harga Pangan dan Jemput Bola Layanan NIB di Pasar Anyar

14 April 2026
Bongkar Kegagalan Sistemik, IKAPPI Sebut Pembersihan Sampah Kramat Jati Hanya Solusi Reaktif

Bongkar Kegagalan Sistemik, IKAPPI Sebut Pembersihan Sampah Kramat Jati Hanya Solusi Reaktif

13 April 2026
Kepala BGN Sebut Anggaran EO Rp113 Miliar Sebagai Kebutuhan Strategis Lembaga Baru

Kepala BGN Sebut Anggaran EO Rp113 Miliar Sebagai Kebutuhan Strategis Lembaga Baru

13 April 2026
InfoPasar.id

Follow Us

Jelajahi

  • Bisnis & Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • News
  • Politik
  • Tak Berkategori
  • Tekno
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 InfoPasar.id - Media Informasi Pasar, Bisnis & Keuangan Teraktual

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Bisnis & Ekonomi
  • Keuangan
  • Gaya Hidup
  • Politik
  • Tekno

© 2024 InfoPasar.id - Media Informasi Pasar, Bisnis & Keuangan Teraktual