Jakarta, infopasar.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal optimistis terkait performa ekonomi nasional di awal tahun 2026.
Dalam sebuah pertemuan resmi di Jakarta, ia mengaku telah menerima informasi awal atau “bisikan” mengenai angka pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026.
Menurutnya, indikator sementara menunjukkan bahwa realisasi ekonomi Indonesia tetap berada di jalur positif dan tumbuh cukup kuat di tengah tantangan global.
Purbaya menjelaskan bahwa performa yang baik ini tidak lepas dari terjaganya konsumsi rumah tangga dan aktivitas manufaktur yang terus bergeliat.
Meskipun angka resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) belum dirilis secara formal, laporan awal yang ia terima memberikan keyakinan bahwa target tahunan pemerintah masih sangat realistis untuk dicapai.
Ia menilai daya beli masyarakat yang stabil menjadi mesin utama penggerak pertumbuhan selama tiga bulan pertama tahun ini. Selain faktor domestik, Menkeu juga menyoroti efektivitas belanja negara yang mulai terakselerasi sejak awal tahun.
Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter dinilai berhasil menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi para pelaku usaha.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau dinamika pasar global agar tren pertumbuhan yang cukup baik pada triwulan pertama ini dapat terjaga konsistensinya hingga akhir tahun 2026.
Dirinya meminta semua pihak untuk menunggu rilis data resmi guna melihat detail kontribusi setiap sektor secara akurat.
Namun, ia memastikan bahwa fondasi ekonomi Indonesia saat ini masih sangat kokoh menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia.
Optimisme ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif bagi pasar modal dan menarik lebih banyak investasi asing ke dalam negeri.














