Jakarta, infopasar.id – PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berlaku pada hari Senin, 8 Juni 2026, masih mengacu pada skema penyesuaian berkala awal bulan.
Berdasarkan rilis resmi terbaru untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, jenis bensin subsidi dan non-subsidi komoditas utama terpantau stabil.
Sebaliknya, kejutan terjadi pada sektor bahan bakar diesel non-subsidi yang mengalami penurunan harga sangat signifikan, sementara varian bensin beroktan tinggi justru disesuaikan naik.
Memasuki pekan kedua bulan ini, tarif untuk Pertalite bertahan di angka Rp10.000 per liter dan Solar Subsidi (Biosolar) tetap dijual seharga Rp6.800 per liter.
Untuk lini produk non-subsidi, harga Pertamax (RON 92) masih stabil pada Rp12.300 per liter, serta Pertamax Green 95 kokoh di angka Rp12.900 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo (RON 98) mengalami kenaikan menjadi Rp20.750 per liter. Kabar baik bagi sektor transportasi logistik datang dari varian diesel, di mana harga Dexlite anjlok menjadi Rp23.000 per liter dan Pertamina Dex turun drastis ke level Rp24.800 per liter.
Penyesuaian fluktuatif ini tidak lepas dari pergerakan harga minyak mentah dunia serta kondisi nilai tukar rupiah yang dinamis. Menanggapi kebijakan periodik ini, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, memberikan pernyataan resminya.
“Penyesuaian harga komoditas non-subsidi ini kami lakukan secara berkala dengan mempertimbangkan dinamika harga energi global dan formula perhitungan yang telah ditetapkan Pemerintah,” ujar Roberth.
Beliau juga menambahkan bahwa langkah strategis ini diambil demi menjamin pasokan energi berkualitas yang tetap kompetitif bagi masyarakat Indonesia.
Di sisi lain, penurunan harga pada rumpun Dex Series langsung disambut positif oleh pelaku usaha operasional maupun masyarakat umum.
Penurunan biaya bahan bakar diesel ini diharapkan mampu menekan ongkos distribusi logistik nasional sehingga berdampak baik pada stabilitas harga bahan pokok di pasar.









