InfoPasar.id
  • Beranda
  • News
  • Bisnis & Ekonomi
  • Keuangan
  • Politik
  • Tekno
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Bisnis & Ekonomi
  • Keuangan
  • Politik
  • Tekno
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
InfoPasar.id
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Bisnis & Ekonomi
  • Keuangan
  • Politik
  • Tekno
  • Gaya Hidup
Home News

OPEC+ Tambah Produksi, Harga Minyak Brent dan WTI Melemah Senin Pagi

by Redaksi
6 Juli 2026
in News
OPEC+ Tambah Produksi, Harga Minyak Brent dan WTI Melemah Senin Pagi

Oplus_16908288

2
VIEWS

Jakarta, infopasar.id – Berdasarkan data pasar Reuters, harga minyak mentah Brent melemah sebesar 24 sen atau 0,33 persen ke level 71,88 dollar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ikut tergelincir 11 sen atau 0,16 persen menuju posisi 68,58 dollar AS per barel pada pembukaan pekan ini.

Faktor utama yang menekan pergerakan harga minyak hari ini adalah keputusan dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak beserta sekutunya atau OPEC+.

Dalam pertemuan daring yang digelar pada hari Minggu, kelompok tersebut sepakat untuk menaikkan target produksi kolektif sebesar 188.000 barel per hari mulai Agustus 2026.

Langkah pelonggaran ini diambil secara bertahap demi menjaga stabilitas pasar pasokan energi global sekaligus merespons normalisasi industri setelah pembatasan ketat beberapa bulan lalu.

Pemulihan Jalur Distribusi Selat Hormuz Kurangi Kekhawatiran Pasar

Selain kebijakan kuota OPEC+, merosotnya harga komoditas ini juga dipicu oleh lancarnya kembali arus lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz.

Ekspor minyak mentah dari negara-negara kawasan Teluk tercatat mulai pulih secara signifikan pasca-meredanya tensi geopolitik Timur Tengah.

Data maritim menunjukkan bahwa pengiriman komoditas dari pelabuhan-pelabuhan utama di Timur Tengah terus merangkak naik, sehingga mengurangi kekhawatiran pelaku pasar terhadap ancaman kelangkaan stok global.

Kombinasi antara peningkatan produksi internal OPEC+, pemulihan jalur logistik laut, serta tingginya volume ekspor dari produsen non-anggota seperti Rusia membuat pasar kini dibayangi oleh ekspektasi kelebihan pasokan (oversupply).

BacaJuga

Sinergi Buruh dan Pemerintah: Dedi Sudarajat Dampingi Kunjungan Menteri LH Di TPA Jatiwaringin

Rupiah Stabil di Level Rp17.900-an per Dolar AS, Pasar Antisipasi Data Fiskal

Menteri Keuangan Purbaya Seleksi Ketat Usulan Tambahan Anggaran K/L Rp984 Triliun

Di sisi lain, laju pertumbuhan permintaan dari negara importir raksasa seperti China dilaporkan masih cenderung stagnan.

Sejumlah lembaga keuangan memproyeksikan harga minyak acuan dunia akan terus berada di bawah tekanan dan berpotensi menetap di kisaran rendah sepanjang paruh kedua tahun 2026 ini.

Tags: Harga minyak duniaHarga pasarInfo pasarInformasi pasar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jelajahi

  • Bisnis & Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • News
  • Politik
  • Tak Berkategori
  • Tekno
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 InfoPasar.id - Media Informasi Pasar, Bisnis & Keuangan Teraktual

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Bisnis & Ekonomi
  • Keuangan
  • Gaya Hidup
  • Politik
  • Tekno

© 2024 InfoPasar.id - Media Informasi Pasar, Bisnis & Keuangan Teraktual