Tangerang, infopasar.id – Pencemaran air di wilayah penyangga selama ini menjadi ancaman nyata bagi kesehatan kulit, pencernaan, dan sanitasi masyarakat sekitar.
Berangkat dari keresahan tersebut, Kawasan Industri Kali Sabi, Uwung Jaya, Cibodas, Kota Tangerang, menjadi saksi bisu lahirnya komitmen ekologis baru melalui kesuksesan penyelenggaraan Festival Kali Sabi 2026 pada Minggu (12/07/2026).

Mengusung tema “Bersih Kalinya, Sehat Warganya”, momentum ini tidak sekadar menjadi selebrasi seremonial, melainkan sebuah intervensi langsung demi memulihkan hak hidup sehat masyarakat lokal.
Acara ini bertransformasi menjadi ruang dialektika penting yang mempertemukan pemangku kebijakan, aktivis buruh, dan otoritas lingkungan hidup nasional guna merumuskan manifesto kelestarian kawasan penyangga industri.
Kehadiran Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten, Dedi Sudarajat, S.H., M.H., M.M., C.T.A, mendampingi Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, menjadi pusat perhatian utama sepanjang jalannya festival.
Langkah bersama kedua tokoh ini menegaskan adanya pergeseran paradigma transformatif di era modern, di mana pemulihan ekosistem sungai kini diposisikan sebagai pilar utama dalam menurunkan angka risiko penyakit akibat limbah.
Secara medis dan sosial, eksistensi sungai yang bersih secara langsung menopang kualitas hidup warga dan produktivitas buruh melalui peningkatan kualitas kesehatan lingkungan tempat mereka beraktivitas sehari-hari.
Dedi Sudarajat menegaskan bahwa KSPSI berkomitmen penuh untuk mengintegrasikan kesadaran ekologis ini ke dalam denyut nadi gerakan serikat pekerja di Banten.
Menurut pandangannya, pemulihan Kali Sabi harus dipandang sebagai investasi kesehatan jangka panjang bagi masyarakat dan pekerja, bukan sekadar beban biaya operasional bagi sektor manufaktur.
Sinergi pemikiran tersebut disambut positif oleh Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap visi progresif jajaran buruh di bawah kepemimpinan Dedi.
Di sisi lain, Jumhur menekankan bahwa penanganan dampak kesehatan akibat polusi di zona industri memerlukan pendekatan multipihak yang agresif dan konsisten.
Kementerian Lingkungan Hidup siap mengawal standardisasi dan penegakan regulasi demi memastikan bahwa Kali Sabi terbebas dari pencemaran polutan industri berbahaya yang selama ini merusak ekosistem dan mengancam tubuh manusia.
Guna mewujudkan lingkungan bebas penyakit, Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen menyelaraskan program revitalisasi infrastruktur hijau dengan cetak biru pelestarian lingkungan yang digagas oleh kementerian dan organisasi pekerja.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi percontohan nasional bagi pengelolaan kawasan industri berbasis ekologi yang memprioritaskan keselamatan warga.
Secara teknis, Festival Kali Sabi 2026 mengombinasikan berbagai aksi nyata yang berdampak langsung pada higienitas lingkungan, mulai dari pengerukan sedimen sampah, penanaman pohon di sempadan sungai, hingga edukasi pengelolaan limbah mandiri bagi masyarakat sekitar.
Kehadiran Dedi Sudarajat dan Jumhur Hidayat di baris terdepan aksi simbolis ini memberikan suntikan moral yang kuat bagi ratusan relawan dan warga lokal.
Antusiasme publik yang masif membuktikan bahwa pesan “Bersih Kalinya, Sehat Warganya” telah berhasil mengakar menjadi gerakan kesadaran kolektif untuk hidup lebih sehat.
Ketika senja mulai menutup rangkaian festival di Cibodas, sebuah optimisme baru telah resmi dideklarasikan bagi masa depan Kota Tangerang.
Keberhasilan acara ini menjadi bukti empiris bahwa harmoni antara pertumbuhan ekonomi industri, kesehatan masyarakat, dan pelestarian alam bukanlah sebuah kemustahilan fungsional.
Melalui jembatan komunikasi yang dibangun oleh figur cerdas seperti Dedi Sudarajat dan Jumhur Hidayat, Kali Sabi kini bersiap menyongsong era baru sebagai simbol kejayaan industri yang aman bagi kesehatan manusia dan ramah lingkungan.









