Jawa Barat, infopasar.id – Kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, kini tengah menghadapi kelesuan aktivitas ekonomi. Sejumlah pedagang di sepanjang jalur utama mulai mengeluhkan kondisi pasar yang semakin sepi meskipun memasuki periode libur akhir pekan.
Para pelaku usaha kecil, mulai dari pedagang oleh-oleh hingga pemilik warung makan, mengaku pendapatan harian mereka merosot tajam dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Penurunan daya beli masyarakat ditengarai menjadi salah satu faktor utama yang memicu anjloknya omzet para pedagang.
Banyak wisatawan yang kini cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uang mereka, atau bahkan hanya sekadar melintas tanpa singgah untuk berbelanja.
Beberapa pedagang oleh-oleh khas Puncak menyebutkan bahwa mereka harus memangkas stok barang dagangan karena khawatir tidak laku terjual.
Selain faktor ekonomi nasional, kebijakan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah (one way) yang sering diterapkan secara situasional juga turut memengaruhi pola kunjungan.
Meskipun kebijakan ini bertujuan untuk mengurai kemacetan, para pedagang merasa durasi penutupan jalan yang terlalu lama sering kali membuat calon pembeli enggan berhenti karena khawatir terjebak antrean lebih panjang.
Hal ini mengakibatkan waktu operasional toko menjadi tidak menentu dan merugikan omzet harian mereka. Menanggapi situasi ini, para pedagang berharap adanya campur tangan pemerintah daerah untuk memulihkan gairah wisata di kawasan Puncak.
Mereka mengusulkan adanya lebih banyak acara atau festival budaya yang dapat menarik minat pengunjung secara berkelanjutan, bukan hanya saat musim libur panjang.
Tanpa adanya solusi yang konkret, para pelaku usaha kecil di Puncak khawatir bisnis mereka akan terus terpuruk dan sulit untuk bangkit kembali.














