Jakarta, infopasar.id – Memasuki akhir bulan, PT Pertamina (Persero) mempertahankan daftar harga bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku di seluruh Indonesia per Senin, 29 Juni 2026.
Seluruh tarif yang berlaku saat ini masih mengacu pada keputusan penyesuaian harga strategis yang telah ditetapkan sejak pertengahan Juni lalu.
Stabilnya grafik harga ini memberikan kepastian bagi para pengguna kendaraan bensin maupun diesel di berbagai daerah, di tengah pergerakan pasar energi yang dinamis.
Kebijakan ini memastikan bahwa kelompok BBM penugasan dan subsidi yang menjadi tumpuan mobilitas masyarakat luas, yakni Pertalite dan Biosolar, sama sekali tidak mengalami lonjakan tarif.
Harga Pertalite masih dipatok pada angka Rp10.000 per liter, sementara Biosolar bertahan di level Rp6.800 per liter.
Langkah mempertahankan harga jaring pengaman sosial ini dinilai krusial oleh pemerintah untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat dan menekan rantai inflasi sektor logistik.
Di sektor bahan bakar komersial nonsubsidi, harga juga tidak bergeser dari tingkat penyesuaian terakhirnya.
Untuk wilayah Pulau Jawa dan Jabodetabek, Pertamax (RON 92) tetap dijual seharga Rp16.250 per liter dan varian ramah lingkungan Pertamax Green 95 dihargai Rp17.000 per liter.
Jenis BBM performa tinggi Pertamax Turbo stabil pada nominal Rp20.750 per liter, sedangkan bagi segmen kendaraan diesel, produk Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing tetap dipasarkan senilai Rp23.000 dan Rp24.800 per liter.
Meskipun harga di tingkat eceran dalam beberapa pekan terakhir masih konisten, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengindikasikan adanya peluang evaluasi tarif baru untuk menyambut bulan Juli mendatang.
Pemerintah bersama korporasi terus mencermati pergerakan harga minyak mentah dunia, seperti West Texas Intermediate (WTI) dan Brent yang sempat menunjukkan tren penurunan mingguan.









