Jakarta, infopasar.id – PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax Turbo menjadi Rp19.300 per liter untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur per hari ini, Rabu, 1 Juli 2026.
Melalui Subholding Commercial & Trading, PT Pertamina Patra Niaga, penyesuaian harga dilakukan serentak di seluruh SPBU di Indonesia.
Bahan bakar berspesifikasi RON 98 ini mengalami penurunan sebesar Rp1.450 per liter dari harga bulan Juni sebelumnya yang bertengger di angka Rp20.750 per liter.
Kebijakan penurunan harga ini dipicu oleh fluktuasi nilai tukar rupiah dan pelemahan harga minyak mentah dunia dalam beberapa pekan terakhir.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa evaluasi berkala ini dilakukan secara transparan.
Formulasi perhitungan harga tetap mengacu pada regulasi Kepmen ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 guna menjamin kepastian pasokan energi sekaligus menjaga daya beli masyarakat pengguna bahan bakar berkualitas.
Selain Pertamax Turbo, lini bahan bakar diesel Dex Series juga mengalami pemotongan harga yang cukup signifikan.
Produk Dexlite di wilayah Jawa kini dibanderol seharga Rp19.700 per liter, turun Rp3.300 dari harga bulan lalu yang mencapai Rp23.000 per liter.
Sementara itu, varian diesel premium Pertamina Dex mencatatkan penurunan paling tajam sebesar Rp3.650 per liter, mengubah label harganya dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter mulai dini hari tadi.
Di sisi lain, harga untuk jenis produk non-subsidi Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 terpantau stabil, masing-masing tetap bertahan pada angka Rp16.250 dan Rp17.000 per liter.
Pertamina juga memastikan tidak ada perubahan tarif untuk kategori BBM penugasan dan subsidi nasional.
Harga eceran untuk komoditas Pertalite masih dipatok sebesar Rp10.000 per liter, sedangkan BioSolar tetap dijual seharga Rp6.800 per liter di seluruh wilayah Indonesia.









