Jakarta, infopasar.id – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memenuhi seluruh usulan tambahan anggaran Kementerian dan Lembaga (K/L) yang diajukan untuk tahun anggaran mendatang.
Total kompilasi usulan tambahan yang dirampungkan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tersebut mencapai angka fantastis, yakni Rp984 triliun.
Purbaya menyatakan langkah seleksi ketat ini diambil demi menjaga batas aman defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tidak melampaui ketentuan undang-undang.
Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa setiap permintaan anggaran baru harus melalui proses pengujian dan peninjauan yang mendalam.
Pemerintah berkomitmen untuk memprioritaskan program-program yang sudah siap dilaksanakan, memiliki dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, serta dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
Menurutnya, pemberian anggaran belanja tambahan yang tidak terukur di tengah tahun berjalan justru mencerminkan sistem penganggaran yang kurang sehat.
Langkah tegas pembatasan anggaran ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempertahankan prinsip disiplin fiskal yang kuat.
Kemenkeu menargetkan agar kualitas belanja negara terus meningkat dan rasio defisit APBN tetap terjaga di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Kebijakan ini diharapkan mampu mengirimkan sinyal positif kepada pasar dan para investor global bahwa fundamental ekonomi Indonesia dikelola secara hati-hati dan penuh tanggung jawab.
Di samping menyaring ketat usulan anggaran, Kementerian Keuangan bersama DPR saat ini tengah mempercepat penyelesaian regulasi strategis lainnya, seperti RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).
Berbagai kebijakan paralel ini dibentuk guna mendorong perluasan investasi jangka panjang dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Dengan kombinasi pengawasan belanja yang ketat dan optimalisasi pendapatan, pemerintah optimis stabilitas makroekonomi nasional akan tetap solid menghadapi ketidakpastian global.









