Jakarta, infopasar.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengambil langkah luar biasa tegas menyusul terbongkarnya skandal penyelewengan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk melindungi hak masyarakat mendapatkan pangan murah.
Amran menegaskan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi siapa saja yang berani bermain-main dengan komoditas pangan strategis nasional.
Ketegasan pria asal Sulawesi ini langsung berdampak besar ke internal birokrasi.
Sebanyak delapan pejabat di lingkungan Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi dicopot dari jabatannya karena diduga kuat terlibat.
Sementara itu, dua pejabat lainnya yang dinilai lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan dijatuhi sanksi berupa peringatan keras.
Tidak berhenti di level birokrasi, pembersihan juga menyasar pihak luar yang memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.
Tercatat ada sembilan pelaku dari pihak swasta yang kini posisinya sudah masuk dalam proses hukum.
Dari sembilan orang tersebut, pihak berwenang telah resmi menetapkan satu orang di antaranya sebagai tersangka utama.
Langkah pembersihan massal ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh stakeholder pangan di tanah air.
Mentan Amran berkomitmen penuh untuk terus mengawal rantai distribusi beras SPHP agar tetap tepat sasaran.
Melalui penegakan hukum yang tanpa pandang bulu ini, pemerintah optimistis stabilitas harga pangan nasional dapat segera dipulihkan.









