Tangerang, infopasar.id – Vihara Chi San Bio di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, kini berdiri kokoh sebagai saksi bisu perjuangan spiritual yang panjang.
Di balik kemegahan rumah ibadah umat Tri Dharma ini, terdapat rekam jejak sejarah yang mendalam yang diinisiasi oleh sang pendiri.
Bangunan ini bukan sekadar tempat ritual, melainkan simbol dedikasi sosial yang lahir dari ketulusan hati untuk membantu sesama manusia.
Akar sejarah vihara ini dimulai jauh pada tahun 1985 silam. Kala itu, Lusiana Ben Candi Kencana, tokoh spiritual yang akrab disapa Emak Cibodas, merintis perjalanan pengabdiannya kepada masyarakat luas.
Beliau membuka praktik pengobatan alternatif untuk membantu warga yang didera berbagai penyakit tanpa memungut pamrih.
Ketulusan dalam melayani sesama itulah yang memicu impian besar di benak Emak Cibodas. Beliau mencita-citakan sebuah tempat ibadah yang representatif bagi umat Tri Dharma di Tangerang.
Berkat perjuangan panjang dan tabungan dari hasil pelayanan sosialnya, beliau akhirnya berhasil membeli sebidang lahan di kawasan Periuk pada tahun 1994.
Satu tahun berselang, tepatnya pada tahun 1995, peletakan batu pertama dilakukan menandai dimulainya pembangunan fisik secara swadaya.
Setahun kemudian pada 1996, bangunan tersebut resmi berdiri dengan nama Vihara Chi San Bio. Tempat ini pun bertransformasi menjadi oase spiritual dan pusat kebajikan yang konsisten melayani umat hingga detik ini.
Keberadaan vihara ini kembali memancarkan kekhidmatan kuat saat perayaan Hari Raya Waisak 2470 BE (Buddhist Era) pada Kamis (25/6/2026).
Emak Cibodas memimpin langsung ritual sakral memandikan rupang Bodhisattva Siddharta di vihara tersebut.
Prosesi suci yang diikuti oleh kerabat dekat dan pengurus vihara ini menjadi simbol pembersihan diri yang penuh khusyuk.
Bagi umat Buddha, momentum Tri Suci Waisak sangat krusial untuk memperingati tiga peristiwa agung Buddha Gotama.
Tiga momen tersebut adalah hari kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, hingga parinibbana (wafat mencapai nirwana).
Penentuan waktu ritual memandikan rupang pada 25 Juni 2026 ini dihitung cermat berdasarkan kalender penanggalan kuno demi membawa berkah.
Tahun 2026 dirasakan sebagai tahun penuh keajaiban spiritual di Vihara Chi San Bio karena adanya fenomena langka 36 tahun sekali.
Fenomena tersebut adalah berdekatannya Hari Raya Idul Fitri dan Imlek, disusul empat momentum spiritual di “Bulan Sang Buddha” pada Juni ini.
Getaran spiritual vihara pun dipastikan berlanjut hingga Juli mendatang dengan agenda empat perayaan Sejit (hari lahir dewa-dewi).









