Jakarta , infopasar.id — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan jajarannya untuk segera menertibkan dan merelokasi para pedagang kaki lima yang nekat berjualan di luar area Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kebijakan tegas ini diambil setelah munculnya sorotan tajam terhadap aktivitas perdagangan di bahu jalan yang memicu gangguan lalu lintas.
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen mengembalikan fungsi jalan serta trotoar demi menjamin keselamatan masyarakat luas.
Langkah sterilisasi ini dipicu oleh insiden kecelakaan lalu lintas fatal yang terjadi di Jalan Raya Bogor, tepat di depan pasar tersebut.
Seorang pelajar berinisial HH (17) meninggal dunia di tempat setelah sepeda motor yang dikendarainya tergelincir akibat permukaan aspal yang sangat licin.
Korban yang terjatuh kemudian tertabrak oleh dump truck Dinas Lingkungan Hidup yang sedang melintas di jalur yang sama.
Kondisi jalanan yang basah dan licin tersebut diketahui berasal dari air sisa aktivitas jual beli pedagang, terutama pedagang ikan, yang dibiarkan mengalir langsung ke badan jalan.
Menanggapi situasi ini, Pramono menegaskan bahwa tumpahan air tersebut sangat membahayakan keselamatan para pengguna jalan.
Beliau menyatakan tidak ingin pembiaran terhadap kawasan yang becek dan kotor ini kembali memakan korban jiwa di kemudian hari.
Guna menindaklanjuti arahan tersebut, Gubernur telah berkoordinasi secara intensif dengan Wali Kota Jakarta Timur dan jajaran Perumda Pasar Jaya.
Petugas gabungan kini mulai mengarahkan seluruh pedagang di luar area untuk memindahkan lapak dagangan mereka masuk ke dalam fasilitas pasar resmi.
Selain merelokasi pedagang, penataan jangka panjang juga mencakup aturan ketat bagi pedagang basah agar wajib menampung air operasional mereka menggunakan ember demi menjaga kebersihan aspal.









