Jawa Tengah, infopasr.id – Kamis (03/09/26) Dampak kemarau panjang membuat debit air di salah satu sungai utama di Jawa Tengah mengalami penyusutan drastis hingga surut total di beberapa titik.
Menyusutnya air sungai ini mengungkap pemandangan tak biasa yang mengejutkan warga sekitar.
Ribuan ekor ikan sapu-sapu terlihat terhampar dan mendominasi dasar sungai yang kini berubah menjadi daratan lumpur yang mengering.Ikan-ikan dengan kulit keras dan corak khas tersebut tampak bergelimpangan dalam jumlah yang sangat besar karena terjebak di kubangan air yang dangkal.
Fenomena ini mendadak menjadi tontonan warga setempat yang penasaran ingin melihat langsung hamparan ikan yang dikenal tangguh tersebut.
Banyaknya jumlah ikan sapu-sapu yang terekspos membuktikan betapa kondisi populasi spesies invasif ini di ekosistem perairan tersebut.
Daru informasi di himpun, bahwa ikan sapu-sapu memiliki kemampuan bertahan hidup yang sangat tinggi di kondisi air minim oksigen. Namun, surutnya sungai hingga menyisakan lumpur pekat membuat ikan-ikan ini akhirnya mati lemas akibat dehidrasi dan suhu ekstrem.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan tersebut karena risiko akumulasi logam berat yang tinggi di dalam tubuh ikan.
Petugas gabungan bersama warga kini mulai melakukan evakuasi dan pembersihan bangkai ikan untuk mencegah pencemaran lingkungan.
Jika dibiarkan, hamparan bangkai ikan sapu-sapu ini dikhawatirkan akan menimbulkan bau busuk menyengat dan menjadi sumber penyakit bagi pemukiman di sekitar aliran sungai.









