Tangerang, infopasar.id – Kelurahan Margasari mencuri perhatian dalam ajang Evaluasi 10 Program Pokok PKK tingkat Kota Tangerang melalui terobosan kreatif di bidang ketahanan pangan dan kesehatan.
Mengandalkan inovasi teh daun saga dan budidaya ikan lele intensif, wilayah yang mewakili Kecamatan Karawaci ini menjadikan penanganan stunting sebagai prioritas utama.

Langkah nyata TP PKK Margasari untuk membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat mampu menghasilkan solusi kesehatan yang praktis dan mandiri.
Inovasi pangan fungsional berupa teh berbahan dasar daun saga menjadi primadona dalam penilaian yang dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kota Tangerang, Ny. Masturoh Sachrudin, Selasa (4/5/26).

Produk lokal ini tidak hanya sekadar olahan minuman, namun merupakan bagian dari upaya edukasi kesehatan berbasis herbal bagi warga.
Melalui tangan kreatif para kader di bawah kepemimpinan Nurma Dewi Yunita, tanaman yang biasanya hanya tumbuh liar ini disulap menjadi produk bernilai tinggi yang mendukung kesehatan keluarga.
Selain teh herbal, program budidaya ikan lele yang dikelola secara intensif menjadi bukti nyata komitmen Margasari dalam intervensi gizi kronis.
Hasil panen dari kolam-kolam warga tersebut tidak dijual untuk keuntungan komersial, melainkan didistribusikan secara gratis kepada ibu hamil dan balita di wilayah tersebut.
Strategi ini dianggap sebagai langkah cerdas dalam menyediakan asupan protein hewani yang terjangkau namun berkualitas guna menekan angka stunting secara signifikan.
Ny. Masturoh Sachrudin memberikan apresiasi tinggi setelah melihat langsung bagaimana inovasi tersebut diintegrasikan dengan simulasi pola asuh anak.
Baginya, Margasari telah menunjukkan kualitas sebagai kelurahan unggulan yang tidak hanya tertib secara administrasi, namun juga berani melahirkan program yang menyentuh akar permasalahan warga.
Potensi besar ini membuat Margasari diunggulkan untuk membawa nama baik Kota Tangerang ke tingkat provinsi hingga nasional.
Ketua TP PKK Kecamatan Karawaci, Diyan Mayangsari, menegaskan bahwa penunjukan Margasari didasari pada keberanian mereka menciptakan inovasi yang berdampak langsung.
Keaktifan kader dalam mengelola kebun toga dan kolam lele membuktikan bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari lingkup rumah tangga.
Sinergi antara inovasi produk dan kepedulian sosial inilah yang membuat Margasari dinilai sudah sangat mumpuni dari berbagai aspek penilaian lomba.
Nurma Dewi Yunita selaku Ketua TP PKK Kelurahan Margasari mengungkapkan bahwa keberhasilan program ini merupakan buah kolaborasi dengan pengurus RT/RW dan tokoh masyarakat.
Baginya, setiap Kelompok Kerja (Pokja) memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan inovasi teh saga dan lele tetap berkelanjutan.
Fokus utamanya bukan sekadar meraih trofi juara, melainkan menciptakan sistem lingkungan yang sehat di mana setiap anak di Margasari dapat tumbuh tanpa ancaman stunting.
Melalui ajang evaluasi ini, Margasari berharap inovasi mereka dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan potensi lokal.
Harapan besar tertuju pada raihan juara pertama sebagai motivasi bagi para kader untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Kota Tangerang.
Dengan semangat inovatif dan mandiri, Kelurahan Margasari optimis mampu menunjukkan bahwa solusi atas masalah kesehatan nasional bisa lahir dari kreativitas di tingkat kelurahan.














