Jakarta, infopasar.id – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa tidak ada pergeseran tarif baru untuk semua jenis produk bahan bakar minyak (BBM) yang dijual di jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) seluruh Indonesia per hari ini, Selasa (23/6/2026).
Ketetapan harga tersebut menegaskan bahwa manajemen masih mempertahankan skema harga yang dirilis sejak pertengahan bulan ini. Kondisi ini memberikan kepastian bagi para konsumen serta para pelaku usaha transportasi di tengah fluktuasi pasar komoditas energi global yang dinamis.
Berdasarkan data resmi untuk wilayah Pulau Jawa (termasuk DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat), kelompok BBM penunjang mobilitas massal atau bersubsidi tidak mengalami perubahan tarif sama sekali. Jenis Pertalite (RON 90) masih konsisten dipatok sebesar Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar Subsidi (CN 48) tetap bertahan pada angka Rp6.800 per liter.
Pemerintah sendiri sebelumnya berkomitmen untuk menjaga kestabilan instrumen subsidi ini demi melindungi daya beli masyarakat luas dari dampak inflasi sektor energi.
Sementara itu, lini produk nonsubsidi bensin yang sempat mengalami lonjakan signifikan pada evaluasi berkala dua pekan lalu juga tertahan di posisi yang sama.
Untuk varian populer Pertamax (RON 92), harga jualnya stabil di angka Rp16.250 per liter. Konsumen yang memilih bahan bakar ramah lingkungan seperti Pertamax Green 95 (RON 95) harus menebusnya dengan biaya Rp17.000 per liter, serta jenis tertinggi Pertamax Turbo (RON 98) yang dibanderol senilai Rp20.750 per liter.
Di kategori bahan bakar mesin diesel non-subsidi, harga produk juga terpantau tidak mengalami pergeseran baru dari ketetapan awal bulan. Jenis Dexlite (CN 51) tercatat masih dipasarkan di angka Rp23.000 per liter. Adapun produk premium diesel Pertamina Dex (CN 53) kokoh pada harga Rp24.800 per liter.
Pihak korporasi terus mengimbau pemilik kendaraan agar senantisimpat memilih bahan bakar yang paling sesuai dengan rekomendasi standar pabrikan untuk menjaga performa mesin dalam jangka panjang.









