Jakarta, infopasar.id – Harga telur ayam ras di wilayah Jakarta, khususnya di pasar-pasar besar, berada di kisaran rata-rata Rp26.400 hingga Rp31.350 per kilogram.
Kondisi harga telur di DKI Jakarta hari ini menunjukkan adanya variasi yang cukup stabil di tingkat grosir namun sedikit dinamis di tingkat eceran.
Di tingkat pasar induk atau partai besar, harga tercatat berada pada level Rp26.400 per kilogram. Angka ini mencerminkan harga dasar yang diambil langsung dari distributor besar atau peternak lokal sebelum didistribusikan ke pasar-pasar tradisional yang lebih kecil di seluruh penjuru kota.
Meskipun harga di tingkat grosir cenderung stabil, konsumen yang berbelanja di pasar eceran akan menemukan harga yang sedikit lebih tinggi.
Secara nasional, termasuk pantauan di Jakarta, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat harga rata-rata eceran bisa menyentuh Rp31.350 per kilogram.
Perbedaan harga ini merupakan hal yang wajar mengingat adanya margin keuntungan bagi pedagang kecil serta biaya transportasi tambahan dari pasar induk ke lokasi pengecer.
Harga telur di wilayah Jakarta Timur, yang menjadi lokasi utama Pasar Induk Kramat Jati, terpantau di angka kisaran Rp28.333 per kilogram untuk tingkat pengecer di sekitar area tersebut.
Jika dibandingkan dengan wilayah lain seperti Jakarta Pusat yang bisa mencapai Rp29.000 per kg, area di sekitar pasar induk memang menawarkan harga yang relatif lebih bersaing karena kedekatan akses dengan sumber pasokan utama.
Faktor utama yang menjaga stabilitas harga pada awal Februari 2026 ini adalah terkendalinya pasokan dari daerah sentra produksi seperti Blitar dan beberapa wilayah di Jawa Barat.
Meskipun sempat ada kekhawatiran mengenai cuaca ekstrem yang menghambat distribusi, arus logistik menuju Jakarta dilaporkan tetap lancar.
Hal ini mencegah terjadinya lonjakan harga yang tiba-tiba akibat kelangkaan stok di gudang-gudang pasar induk.
Kondisi ekonomi yang stabil ini membuat harga komoditas protein hewani, termasuk telur dan daging ayam, tidak mengalami tekanan kenaikan yang signifikan di awal bulan ini.
Namun, para pedagang dan pengamat pangan mulai mengimbau masyarakat untuk memperhatikan pergerakan harga menjelang momen Ramadan.
Biasanya, permintaan akan telur ayam meningkat tajam untuk kebutuhan industri rumah tangga dan pembuatan kue.
Meskipun hari ini harga masih cukup bersahabat, pola tahunan menunjukkan potensi kenaikan bertahap seiring masuknya periode permintaan puncak di bulan-bulan mendatang.














