Jakarta, infopasar. Id – Berdasarkan data terkini pada tanggal 4 Februari 2026, harga cabai di Pasar Induk Jakarta menunjukkan tren yang dinamis namun cenderung mengalami tekanan kenaikan yang signifikan.
Bukan sekadar fluktuasi harian biasa, melainkan cerminan dari kompleksitas rantai pasok dan kondisi iklim yang tengah berlangsung di berbagai daerah penyangga ibu kota.
Berikut harga cabai hari ini :
Cabai Rawit Merah Rp60.000 – Rp65.600
Cabai Merah Besar Rp51.650 – Rp60.000
Cabai Merah Keriting Rp41.350 – Rp43.950
Cabai Rawit Hijau Rp52.100
Kondisi Harga dan Stok di Pasar Induk Memasuki minggu pertama Februari 2026, harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati dan sekitarnya terpantau menembus angka yang cukup tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Pasokan yang masuk ke pasar induk mengalami penurunan volume harian, yang secara otomatis memicu hukum permintaan dan penawaran. Ketidakseimbangan ini menyebabkan para pedagang grosir menyesuaikan harga lebih awal guna mengantisipasi kelangkaan barang hingga beberapa hari ke depan.
Dampak Cuaca terhadap Produksi Faktor utama di balik kenaikan harga ini adalah intensitas curah hujan yang tidak menentu di wilayah sentra produksi seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Kelembapan yang tinggi meningkatkan risiko serangan hama patek dan pembusukan akar pada tanaman cabai. Akibatnya, banyak petani yang mengalami gagal panen atau terpaksa memanen lebih dini, sehingga kualitas cabai yang sampai ke Jakarta tidak selalu dalam kondisi prima meskipun harganya mahal.
Kendala Logistik dan Distribusi Selain masalah di lahan tani, kendala distribusi juga memegang peranan penting dalam pembentukan harga hari ini.
Cuaca buruk di jalur transportasi utama seringkali menyebabkan keterlambatan pengiriman armada truk pengangkut sayur.
Keterlambatan hitungan jam saja di pasar induk dapat menyebabkan kepanikan kecil di tingkat pengecer, yang kemudian berbondong-bondong menaikkan harga jual demi mengamankan margin keuntungan mereka.
Lonjakan Permintaan Menjelang Hari Besar Secara siklus, bulan Februari sering kali beriringan dengan berbagai peringatan hari besar atau kegiatan sosial masyarakat yang meningkatkan konsumsi rumah tangga.
Peningkatan permintaan dari sektor industri makanan dan kuliner di Jakarta yang mulai pulih sepenuhnya di tahun 2026 ini memberikan tekanan tambahan pada stok yang ada.
Cabai, sebagai komoditas pokok dalam masakan Indonesia, tetap diburu meskipun harganya sedang melambung tinggi.
Nasib Pedagang Eceran dan Konsumen Akhir Di tingkat pasar tradisional kecil, harga cabai bisa melambung hingga 20-30% lebih tinggi dari harga di pasar induk.
Pedagang eceran mengeluhkan tipisnya keuntungan karena mereka tidak bisa menaikkan harga terlalu ekstrem kepada pelanggan setianya.
Di sisi lain, konsumen mulai menyiasati kenaikan ini dengan beralih ke cabai kering atau mengurangi porsi pembelian, yang pada jangka panjang dapat memengaruhi perputaran uang di pasar tradisional.
Stabilitas harga baru mungkin tercapai saat cuaca mulai membaik dan arus distribusi kembali lancar. Untuk saat ini, koordinasi antarwilayah menjadi kunci utama agar pasokan dari luar daerah dapat dialirkan secara merata ke Jakarta tanpa hambatan birokrasi maupun spekulasi pasar.














