Jakarta, infopasar.id – Upaya pemerintah untuk mengembalikan harga Minyakita ke angka HET Rp15.700 terus dilakukan melalui pengawasan ketat di pasar-pasar induk. Keberhasilan stabilisasi harga ini akan sangat bergantung pada konsistensi penyaluran stok selama bulan Februari agar lonjakan harga menjelang Ramadan dapat diredam lebih dini.
Rabu, 04 Februari 2026 harga minyak goreng di wilayah Jakarta, termasuk pasar-pasar besar, menunjukkan dinamika yang bervariasi antara jenis curah, Minyakita, dan kemasan premium. Secara umum, harga minyak goreng curah di Jakarta berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.950 per liter, sementara Minyakita dibanderol sekitar Rp16.200 hingga Rp16.500 per liter, sedikit di atas HET yang ditetapkan sebesar Rp15.700.
Minyak goreng di pasar-pasar induk dan tradisional Jakarta pada awal Februari 2026 ini mencerminkan adanya tekanan pasokan di tengah upaya stabilisasi pemerintah.
Meskipun pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk Minyakita sebesar Rp15.700, realita di lapangan menunjukkan bahwa harga masih sering melampaui angka tersebut.
Hal ini menciptakan tantangan tersendiri bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang sangat bergantung pada ketersediaan minyak goreng murah untuk kebutuhan harian.
Kenaikan harga yang terjadi pada minyak goreng curah, yang kini menyentuh angka hampir Rp19.000 per liter, dipicu oleh beberapa faktor fundamental, salah satunya adalah pergerakan harga Crude Palm Oil (CPO) global.
Sebagai bahan baku utama, fluktuasi harga CPO di pasar internasional secara langsung memengaruhi biaya produksi di tingkat produsen dalam negeri.
Meskipun Indonesia adalah produsen sawit terbesar, ketergantungan harga domestik terhadap indeks global tetap menjadi variabel yang sulit dihindari tanpa intervensi kebijakan yang kuat.
Selain faktor bahan baku, distribusi menjadi titik krusial yang menentukan harga akhir di tangan konsumen Jakarta. Jalur distribusi dari pabrik menuju pasar induk seperti Kramat Jati atau pasar tradisional lainnya seringkali melibatkan rantai perantara yang panjang.
Setiap tahapan distribusi ini menambah margin biaya, yang pada akhirnya dibebankan kepada pembeli. Pemerintah saat ini tengah mewajibkan produsen untuk menyalurkan setidaknya 35% hasil produksinya ke BUMN Pangan guna memotong jalur distribusi yang terlalu panjang dan menjaga stok tetap tersedia.
Menjelang masuknya bulan Ramadan 2026, pola konsumsi masyarakat Jakarta cenderung meningkat, yang secara historis selalu diikuti oleh kenaikan harga bahan pokok. Permintaan yang melonjak dari sektor rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner skala kecil memberikan tekanan tambahan pada stok yang ada.
Jika pasokan tidak ditambah secara signifikan dalam waktu dekat, dikhawatirkan harga minyak goreng akan terus merangkak naik melampaui batas psikologis masyarakat sebelum memasuki masa puncak hari raya.
Kondisi ini juga sangat berdampak pada sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM), khususnya pedagang gorengan dan warung makan di Jakarta.
Dengan harga minyak goreng yang tidak stabil, margin keuntungan mereka semakin tergerus karena sulit bagi mereka untuk menaikkan harga jual produk secara drastis kepada pelanggan.
Dampak dominonya adalah penurunan daya beli masyarakat di sektor riil, yang jika dibiarkan, dapat memengaruhi angka inflasi daerah meskipun Jakarta sempat mencatatkan deflasi pada awal tahun ini.
Di sisi lain, minyak goreng kemasan premium relatif lebih stabil namun berada di level harga yang cukup tinggi, yakni di atas Rp22.000 per liter.
Konsumen kelas atas cenderung beralih ke produk ini karena ketersediaannya yang lebih terjamin di pasar modern.
Perbedaan harga yang mencolok antara minyak curah dan kemasan bermerek ini menciptakan segmentasi pasar yang jelas, namun sekaligus menunjukkan bahwa masalah aksesibilitas harga lebih banyak dialami oleh masyarakat pengguna minyak goreng subsidi atau curah.
Harga minyak goreng di Jakarta saat ini masih dalam fase penyesuaian yang sangat dipengaruhi oleh kebijakan distribusi pemerintah dan tren harga komoditas global.
Upaya pemerintah untuk mengembalikan harga Minyakita ke angka HET Rp15.700 terus dilakukan melalui pengawasan ketat di pasar-pasar induk. Keberhasilan stabilisasi harga ini akan sangat bergantung pada konsistensi penyaluran stok selama bulan Februari agar lonjakan harga menjelang Ramadan dapat diredam lebih dini.














