InfoPasar.id
  • Beranda
  • News
  • Bisnis & Ekonomi
  • Keuangan
  • Politik
  • Tekno
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Bisnis & Ekonomi
  • Keuangan
  • Politik
  • Tekno
  • Gaya Hidup
No Result
View All Result
InfoPasar.id
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Bisnis & Ekonomi
  • Keuangan
  • Politik
  • Tekno
  • Gaya Hidup
Home News

Cuaca Ekstrem Ganggu Distribusi, Harga Cabai Rawit di Jakarta Tembus Rp84.650 Per Kilogram

by Redaksi
10 April 2026
in News
Cuaca Ekstrem Ganggu Distribusi, Harga Cabai Rawit di Jakarta Tembus Rp84.650 Per Kilogram

Oplus_16908288

5
VIEWS

Jakarta, infopasar.id – Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional di wilayah DKI Jakarta mengalami lonjakan drastis pada perdagangan hari ini, Jumat (10/04/2026).

Berdasarkan data terbaru dari Info Pangan Jakarta, komoditas pedas ini kini dibanderol dengan harga rata-rata Rp84.650 per kilogram.

Kenaikan ini menempatkan cabai rawit sebagai komoditas dengan pergerakan harga paling menonjol dibandingkan jenis sayuran lainnya sepanjang pekan ini.

BacaJuga

‘Dukung Pemerintah’ Polri telah membangun 1.376 SPPG

Kelurahan Gandasari Salurkan Bantuan Makanan Bergizi bagi 30 Anak Rawan Stunting

Dampak Kenaikan Harga LPG Non-Subsidi: Konsumsi Gas Melon Melonjak

Lonjakan harga yang cukup signifikan ini utamanya dipicu oleh kendala distribusi dari daerah penghasil menuju ibu kota.

Cuaca buruk dan intensitas hujan yang tinggi di wilayah sentra produksi, seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, menyebabkan jalur logistik terhambat.

Akibatnya, volume pasokan yang masuk ke pasar-pasar induk di Jakarta mengalami penurunan yang cukup tajam sejak awal minggu.

Selain masalah pengiriman, faktor cuaca ekstrem juga berdampak langsung pada kualitas hasil panen di tingkat petani.

Hujan lebat yang terus-menerus turun merusak tanaman cabai, sehingga persentase cabai yang membusuk sebelum sampai ke tangan pedagang meningkat.

Kondisi stok yang menipis di tengah permintaan warga Jakarta yang tetap tinggi secara otomatis mengerek harga jual di tingkat eceran.

Para pedagang di Pasar Senen dan Pasar Minggu mengeluhkan sulitnya mendapatkan stok cabai rawit merah yang segar dengan harga grosir yang terjangkau.

Banyak pedagang terpaksa mengurangi kuantitas stok harian mereka untuk menghindari kerugian besar jika cabai tidak habis terjual dalam sehari.

Situasi ini mulai memberikan tekanan bagi konsumen, terutama para pelaku usaha kuliner kecil yang sangat bergantung pada bahan baku cabai.

Meskipun cabai merah besar dan cabai merah keriting terpantau relatif stabil di kisaran Rp46.000 per kilogram, namun tren kenaikan pada cabai rawit mulai diikuti oleh bumbu dapur lainnya.

Tags: Harga cabaiInfopasarInformasi pasar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

‘Dukung Pemerintah’ Polri telah membangun 1.376 SPPG

‘Dukung Pemerintah’ Polri telah membangun 1.376 SPPG

19 Mei 2026
Kelurahan Gandasari Salurkan Bantuan Makanan Bergizi bagi 30 Anak Rawan Stunting

Kelurahan Gandasari Salurkan Bantuan Makanan Bergizi bagi 30 Anak Rawan Stunting

19 Mei 2026
Dampak Kenaikan Harga LPG Non-Subsidi: Konsumsi Gas Melon Melonjak

Dampak Kenaikan Harga LPG Non-Subsidi: Konsumsi Gas Melon Melonjak

15 Mei 2026
Dolar AS Tembus Rp17.500, Rupiah Terperosok Akibat Sentimen MSCI dan Geopolitik Global

Dolar AS Tembus Rp17.500, Rupiah Terperosok Akibat Sentimen MSCI dan Geopolitik Global

13 Mei 2026
Biosolar Subsidi Stabil, Varian Non-Subsidi Masih Tinggi

Biosolar Subsidi Stabil, Varian Non-Subsidi Masih Tinggi

12 Mei 2026
InfoPasar.id

Follow Us

Jelajahi

  • Bisnis & Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Keuangan
  • News
  • Politik
  • Tak Berkategori
  • Tekno
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 InfoPasar.id - Media Informasi Pasar, Bisnis & Keuangan Teraktual

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Bisnis & Ekonomi
  • Keuangan
  • Gaya Hidup
  • Politik
  • Tekno

© 2024 InfoPasar.id - Media Informasi Pasar, Bisnis & Keuangan Teraktual