Sumatera Utara, infopasar.id – Kondisi distribusi dan harga minyak goreng subsidi, Minyakita, di sejumlah wilayah Indonesia menunjukkan tantangan yang signifikan per 13 April 2026.
Pemerintah saat ini tengah berupaya keras merespons tekanan kenaikan harga bahan baku serta biaya logistik yang mulai berdampak pada stabilitas pasar.
Meskipun terdapat tekanan inflasi pada komponen produksi, Kementerian Perdagangan terus mengimbau seluruh pelaku usaha untuk tetap mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) guna melindungi daya beli masyarakat luas.
Di Medan, Sumatera Utara, warga mulai mengeluhkan kelangkaan stok Minyakita yang terjadi di tingkat pengecer dalam sepekan terakhir.
Menipisnya pasokan di pasar-pasar tradisional membuat masyarakat kesulitan mendapatkan produk dengan harga subsidi, sehingga terpaksa beralih ke minyak goreng kemasan premium yang lebih mahal.
Situasi ini memicu kekhawatiran akan terjadinya lonjakan harga di tingkat konsumen jika rantai distribusi dari produsen ke daerah tidak segera dinormalisasi oleh pihak terkait.
Menyikapi potensi gejolak tersebut, Bulog di Kotawaringin Timur segera melakukan langkah preventif melalui intervensi pasar secara masif.
Operasi pasar ini digelar untuk menjamin ketersediaan stok sekaligus memastikan harga Minyakita tetap berada di angka Rp15.700 hingga Rp16.000 per liter sesuai ketentuan terbaru.
Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan bagi warga setempat dari dampak inflasi komoditas pangan yang kerap membayangi periode pasca-Lebaran.
Sementara itu, di beberapa wilayah lain seperti Cirebon, harga minyak goreng dilaporkan masih relatif stabil dan stok terpantau mencukupi kebutuhan harian.














