Tangerang, infopasar.id – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang melaksanakan pelatihan cukur rambut lima hari yang digelar sejak 18 hingga 22 Mei 2026 di Kantor Dinsos.

Langkah ini diambil sebagai strategi matang pemerintah daerah untuk mengubah Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) menjadi pelaku usaha mandiri yang produktif.
Melalui misi “Gampang Kerja” yang dicanangkan Walikota dan Wakil Walikota Tangerang, program ini berkomitmen menghapus ketergantungan masyarakat terhadap bantuan sosial (bansos) dengan memberikan modal keterampilan hidup yang berkelanjutan.

Proses penjaringan peserta dilakukan secara ketat dan transparan guna memastikan program ini tepat sasaran bagi warga yang benar-benar berkomitmen.
Pendaftaran daring yang dibuka pada 1-18 April 2026 berhasil menjaring 89 pendaftar, sebelum akhirnya disaring melalui wawancara mendalam menjadi 50 peserta terbaik.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Kota Tangerang, Muh Thakhir, menegaskan bahwa seleksi ketat ini penting agar target jangka panjang menekan angka pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja baru dapat tercapai.
Untuk menjamin kualitas lulusan, Dinsos menggandeng 10 instruktur ahli berpengalaman langsung dari industri barbershop.
Selama pelatihan, ke-50 peserta pemula tersebut digembleng secara intensif mulai dari teknik dasar memotong rambut, pengenalan tren gaya rambut modern, hingga strategi manajemen bisnis pangkas rambut.
Pendekatan profesional ini terbukti mendapat respons positif dari para peserta yang mengaku tidak hanya mendapatkan wawasan teknis yang siap pakai, tetapi juga rasa percaya diri yang tinggi untuk segera memulai usaha mandiri.
Kepala Dinsos Kota Tangerang, Acep Wahyudi, SE, MM, menyatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan kondusif dan selaras dengan peningkatan kesejahteraan di sektor lain.
Selain program “Gampang Kerja” di bidang keterampilan praktis, Pemkot Tangerang juga menjalankan program “Gampang Sekolah” melalui penyaluran bantuan pendidikan perguruan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Kombinasi peningkatan keterampilan praktis dan pendidikan tinggi ini diharapkan menjadi senjata utama pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan di Kota Tangerang.














