Jakarta, infopasar.id – Presiden RI Prabowo Subianto optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai angka 6,5 persen dalam beberapa tahun ke depan.
Target besar ini disampaikan di tengah upaya pemerintah melakukan transformasi struktural dan percepatan hilirisasi industri di berbagai sektor unggulan.
Pemerintah meyakini bahwa penguatan fondasi ekonomi domestik dan stabilitas politik menjadi kunci utama untuk menarik investasi asing berskala besar.
Dalam pidato pembukaan forum ekonomi nasional pagi ini, Kepala Negara menegaskan bahwa target tersebut bukan sekadar angka, melainkan sebuah keharusan demi membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap).
Langkah strategis akan difokuskan pada perluasan lapangan kerja, digitalisasi UMKM, dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di luar Pulau Jawa.
Presiden juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk berkolaborasi aktif dengan pemerintah.
“Kita tidak boleh hanya bermain aman di angka lima persen. Target 6,5 persen ini adalah lompatan yang realistis jika kita konsisten melakukan hilirisasi, menjaga daya beli masyarakat, dan memangkas birokrasi yang menghambat investasi,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam penggalan pidatonya di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Menanggapi arahan tersebut, kementerian terkait langsung menyusun peta jalan taktis untuk mengintegrasikan sektor industri hulu dan hilir.
Para pengamat ekonomi menilai target ini cukup menantang namun dapat dicapai dengan syarat konsistensi regulasi di lapangan tetap terjaga.
Penutupan agenda forum ini menandai dimulainya sinergi baru antara pemerintah dan sektor swasta untuk menggerakkan roda perekonomian nasional secara lebih agresif.














