Jakarta, infopasar.id – Dinamika industri konstruksi tanah air kembali diuji dengan pergerakan harga material utama yang fluktuatif di pasaran saat ini.
Berdasarkan pantauan terkini di tingkat distributor, harga besi beton mengalami variasi yang cukup signifikan tergantung pada jenis dan ukurannya.
Situasi ini memaksa para kontraktor dan pengembang proyek untuk lebih cermat dalam menghitung estimasi biaya pembangunan agar tidak terjadi pembengkakan anggaran yang tidak terduga.Untuk kebutuhan struktur ringan, besi beton polos dengan diameter 8 milimeter kini dipasarkan pada kisaran harga Rp 45.000 hingga Rp 55.000 per batang.
Sementara itu, bagi proyek yang membutuhkan kapasitas beban sedikit lebih besar, besi beton polos berdiameter 10 milimeter dapat diperoleh dengan merogoh kocek antara Rp 70.000 sampai Rp 85.000 per batang.
Kedua ukuran ini tetap menjadi primadona utama untuk pembangunan rumah tinggal dan ruko berskala kecil.
Di sisi lain, kebutuhan akan material bangunan berdaya tahan tinggi juga mencatatkan penyesuaian nilai jual yang cukup terasa.
Besi beton ulir dengan diameter 12 milimeter, yang sering diandalkan untuk memperkokoh struktur bangunan bertingkat, saat ini dibanderol mulai dari Rp 105.000 hingga Rp 125.000 per batang. Perbedaan harga di lapangan umumnya dipengaruhi oleh faktor lokasi geografis toko, biaya distribusi, serta volume pembelian dari konsumen.
Para pelaku usaha di sektor properti memprediksi bahwa fluktuasi harga komoditas baja ini masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan akibat pengaruh rantai pasok global.
Menanggapi kondisi tersebut, asosiasi pengembang mengimbau anggotanya untuk melakukan pembelian material secara berkala atau mengamankan kontrak harga jangka panjang dengan pihak penyuplai.









