Jakarta, infopasar.id – Harga sejumlah material bangunan utama, khususnya pasir dan agregat, dilaporkan mengalami fluktuasi harga yang cukup signifikan di tingkat distributor.
Berdasarkan pantauan terkini di lapangan, komoditas komersial seperti Pasir Bangka Super kini dipatok pada kisaran harga Rp1.950.000 hingga Rp2.500.000 per truk.
Harga tersebut berlaku untuk kapasitas angkut standar satu truk niaga yang berkisar antara 5 hingga 6 meter kubik.
Di sisi lain, jenis material yang tidak kalah penting untuk kebutuhan struktural yaitu Pasir Hitam Cor juga menunjukkan grafik pergerakan harga yang dinamis.
Saat ini, para kontraktor dan konsumen retail harus merogoh kocek antara Rp1.800.000 hingga Rp2.400.000 untuk mendatangkan satu truk pasir hitam khusus cor ke lokasi proyek.
Variasi harga ini sangat bergantung pada jarak pengiriman dari pangkalan material menuju lokasi pembangunan fisik.
Para pelaku usaha bahan bangunan menyatakan bahwa pergeseran harga ini dipicu oleh beberapa faktor teknis di hulu.
Tingginya biaya operasional armada angkutan, kendala cuaca di lokasi penambangan, serta ketatnya regulasi kuota pengiriman antarwilayah menjadi penyebab utama.
Situasi ini memaksa para agen penyalur untuk menyesuaikan harga jual guna menjaga margin keuntungan tetap stabil di tengah ketidakpastian pasokan.
Menyikapi tren kenaikan ini, sejumlah pengembang proyek infrastruktur dan perumahan mulai menyusun strategi efisiensi anggaran yang lebih ketat.
Fluktuasi harga pasir yang menjadi komponen utama pembuatan beton ini diprediksi akan terus bertahan hingga beberapa bulan ke depan.









