Tangerang, infopasar.id – Masyarakat Kota Tangerang, Banten diajak untuk beralih menggunakan layanan transportasi umum Bus Rapid Transit (BRT) Tangerang Ayo dan Angkot Si Benteng sebagai moda pilihan utama menuju lokasi tujuan.
Langkah ini dinilai sangat efektif untuk membantu menekan polusi udara dan mengurai kemacetan yang kerap terjadi di jalan raya.
Selain ramah lingkungan, kedua pilihan transportasi massal tersebut menawarkan tarif yang sangat terjangkau, yaitu hanya sebesar Rp2.000 untuk sekali jalan.
Pemanfaatan transportasi umum ini juga menjadi solusi cerdas bagi masyarakat dalam menyikapi fenomena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi saat ini.
Dengan menggunakan BRT dan Angkot Si Benteng, warga dapat menghemat pengeluaran transportasi harian mereka secara signifikan.
Jum’at 12 Juni 2026, Pemerintah daerah melalui Direktur Utama PT Tangerang Nusantara Global (TNG), Muhamad Rijal, berharap kesadaran massal ini tidak hanya meringankan beban ekonomi secara personal, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem kota yang jauh lebih bersih, sehat, dan tertib.
Rijal menyatakan bahwa langkah ini diwujudkan melalui pengoperasian ratusan armada angkutan massal secara konsisten setiap harinya.
Salah satu layanan andalan yang menjadi pilihan utama warga adalah Bus Rapid Transit (BRT) Tayo. Saat ini, Pemkot Tangerang telah mengoperasikan sebanyak 120 unit BRT Tayo.
Seluruh armada tersebut dikerahkan untuk melayani kebutuhan transportasi harian masyarakat secara maksimal.
Pergerakan BRT Tayo kini telah menjangkau lima koridor strategis di wilayah Tangerang.
Jalur operasionalnya meliputi rute Poris Plawad-Jatake, Poris Plawad-Cibodas, Ciledug-Tangcity Mall, hingga rute Cadas-Pintu M1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Kehadiran koridor ini mempermudah akses menuju pusat bisnis dan fasilitas transportasi udara.
Selain bus, integrasi angkutan pengumpan juga diperkuat melalui kehadiran 11 koridor angkot Si Benteng.
Layanan ini mencakup rute baru seperti Terminal Poris-Greenlake dan Terminal Poris-Alam Sutera, serta sembilan koridor lain yang terhubung langsung dengan moda transportasi publik, seperti rute menuju Terminal Cimone, Pasar Lama, hingga kawasan industri dan pemukiman warga.
Petugas lapangan juga disiagakan untuk memantau kelancaran arus lalu lintas yang dilalui armada bus dan angkot.
Selain menawarkan harga yang sangat murah, fasilitas di dalam Bus Tayo dan Angkot Si Benteng juga dipastikan tetap nyaman bagi penumpang.
Seluruh unit armada telah dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC) yang berfungsi dengan baik serta kebersihan kabin yang selalu terjaga. Keamanan penumpang menjadi fokus utama melalui standardisasi operasional para pengemudi yang bertugas.
Dengan memanfaatkan Bus Tayo dan Si Benteng, warga dapat bepergian dengan lebih tenang, hemat, dan efisien.
Komitmen PT TNG selaku pengelola menunjukkan bahwa pelayanan publik berkualitas tinggi tidak harus selalu berbiaya mahal bagi masyarakat luas.
Integrasi rute yang luas antara Bus Tayo dan Angkot Si Benteng semakin mempermudah mobilitas antar-wilayah di Tangerang.
Penyelenggaraan layanan ini diharapkan dapat terus meningkatkan minat warga dalam menggunakan transportasi massal di masa depan.









