Tangerang, infopasar.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang mengambil langkah taktis dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) di Aula Kantor Puspem Kota Tangerang, Kamis (25/6/2026).

Langkah preventif ini sengaja diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah dalam membentengi sektor industri dan perdagangan lokal dari dampak gejolak perekonomian global yang saat ini sedang tidak menentu.
Lewat agenda rutin ini, DPMPTSP fokus mengoptimalkan kepatuhan pelaporan bagi 105 pelaku usaha kategori Non-UMK (menengah ke atas) yang menjadi tulang punggung hulu perekonomian daerah.
Strategi penguatan ekonomi ini diperkokoh oleh capaian luar biasa Kota Tangerang pada Triwulan I Tahun 2026 yang berhasil menembus angka investasi Rp5,45 triliun, atau setara 35,97 persen dari target tahunan.
Menariknya, struktur permodalan ini sangat didominasi oleh gairah pasar domestik melalui Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang menyumbang angka fantastis sebesar Rp4,2 triliun.
Sementara itu, aliran dana dari Penanaman Modal Asing (PMA) ikut memperkuat fondasi pembangunan kota dengan kontribusi sebesar Rp1,25 triliun.
Kehadiran barisan pengusaha lokal dalam Bimtek ini menjadi bukti nyata komitmen kolaboratif antara pemerintah dan sektor swasta untuk menjaga stabilitas pasar domestik.

Kepala DPMPTSP Kota Tangerang, Dr. Ir. R. Sugiharto Achmad Bagdja, M.Si., menjelaskan bahwa pemahaman mendalam mengenai pelaporan LKPM yang valid sangat krusial untuk memetakan kekuatan real ekonomi daerah.
Melalui data yang akurat tersebut, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang tepat sasaran demi melindungi aset-aset industri lokal dari ketidakpastian peta ekonomi dunia.

Menanggapi solidnya kontribusi pemodal domestik tersebut, Walikota Tangerang, H. Sachrudin, menginstruksikan seluruh dinas teknis terkait perizinan untuk terus melahirkan inovasi yang memberikan kemudahan bagi dunia usaha.
Ia menegaskan bahwa reformasi birokrasi dan kualitas pelayanan prima harus matang di internal terlebih dahulu sebelum diaplikasikan kepada investor eksternal.
Walikota juga menekankan pentingnya strategi jemput bola guna memangkas sumbatan regulasi di lapangan, sehingga iklim investasi di Kota Tangerang tetap kompetitif dan aman bagi para pelaku usaha.









