Jakarta, infopasar.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Selatan resmi mengukuhkan jajaran pengurus tingkat kecamatan se-Jakarta Selatan pada Rabu, 29 Juli 2026.
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Masjid Darul Jannah, Kantor Walikota Jakarta Selatan, ini menjadi momentum penting dalam memperkuat benteng moral masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.
Acara yang dibuka langsung oleh Walikota Jakarta Selatan ini dihadiri oleh ratusan elemen penting daerah. Mulai dari alim ulama, jajaran pemerintahan, hingga praktisi hukum papan atas tampak memadati ruangan.
Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang profesi ini memberikan sinyal positif bagi masa depan pembinaan keagamaan di wilayah tersebut.
Di antara jajaran tamu undangan, kehadiran praktisi hukum terkemuka, H. Joko Umboro, SH., MH, cukup menarik perhatian.
Kehadiran beliau menegaskan bahwa urusan pembinaan umat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemuka agama, tetapi juga memerlukan dukungan dari perspektif hukum formal demi menciptakan ketertiban sosial yang harmonis.
Agenda utama acara ini berfokus pada pengukuhan para pemimpin baru yang akan menakhodai komitmen keumatan di 10 kecamatan se-Jakarta Selatan.
Beberapa nama besar yang resmi dilantik di antaranya adalah KH. Abdullah Hasani (Jagakarsa), Ust. Drs. KH. Abdul Somad Naseh (Setiabudi), dan KH. Ahmad Syarifuddin (Pasar Minggu). Pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Dewan Pimpinan MUI Jakarta Selatan di hadapan para ASN dan perwakilan ormas Islam.
H. Joko Umboro, SH., MH menuturka, apresiasi mendalam atas terselenggaranya pelantikan tersebut.
Menurutnya, para ulama terpilih memikul amanah besar untuk mengurai dinamika problematika keumatan yang makin kompleks di era modern ini.
Lebih lanjut, Joko Umboro menekankan bahwa pengukuhan di Masjid Darul Jannah ini bukan sekadar seremonial formalitas belaka.
Momen ini merupakan langkah awal yang nyata bagi para pengurus untuk tampil di garda terdepan dalam menjaga moralitas keagamaan serta merawat kerukunan warga.
Dengan sinergi yang kuat antara kepemimpinan agama dan pemahaman hukum yang baik, diharapkan program kerja keumatan di Jakarta Selatan dapat berjalan beriringan demi keamanan bersama.









