Jakarta, infopasar.id – Purbaya Yudhi Sadewa resmi melepaskan jabatannya sebagai Menteri Keuangan dengan kepala tegak setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara dalam reshuffle kabinet pada Senin, 14 September 2026.
Kendati masa kepemimpinannya tergolong singkat, yakni hanya bertahan selama satu tahun enam hari sejak dilantik pada September 2025, Purbaya sukses membuktikan kapasitasnya melalui rentetan indikator ekonomi makro yang impresif.
Pendekatan fiskal progresifnya terbukti ampuh menjadi motor penggerak utama bagi stabilitas pasar domestik.
Keberhasilan paling mencolok dari sang mantan bendahara negara ini adalah kemampuannya mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali ke atas 5 persen, bahkan sempat menyentuh level tertinggi di angka 5,61 persen.
Catatan ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan empat kuartal sebelum era kepemimpinannya yang hanya tertahan di level 4,99 persen.
Purbaya berhasil mentransformasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi instrumen stimulatif yang agresif, yang secara efektif langsung memicu lonjakan roda perekonomian nasional.
Ketangguhan fondasi fiskal di bawah komando Purbaya juga tecermin dari tingginya angka kepercayaan global.
Terbukti hingga menjelang hari pencopotannya pada September 2026, aliran dana asing (capital inflow) merangsek masuk ke pasar keuangan Indonesia dengan total nilai fantastis mencapai Rp141,6 triliun.
Angka ini menjadi bukti valid bahwa kebijakan ekonomi luar biasa, termasuk keberaniannya menjaga likuiditas lewat pengalihan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun ke perbankan nasional, sangat dihargai oleh investor internasional.
Sederet data positif tersebut dilengkapi dengan keberhasilan Purbaya dalam menjaga angka inflasi tetap terkendali serta mencatat performa neraca perdagangan yang solid.
Selain itu, demi menjaga daya beli masyarakat di tingkat akar rumput, ia mengambil keputusan berani untuk tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau (rokok) pada tahun 2026 guna menekan peredaran rokok ilegal.
Meskipun kini tongkat estafet kepemimpinan Kementerian Keuangan telah berpindah tangan, data statistik tidak bisa berbohong bahwa Purbaya dicopot di tengah puncak performa kesuksesan ekonominya.









