Jakarta, infopasar.id – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus menunjukkan peningkatan sejak memasuki pekan pertama September 2026.
Berdasarkan laporan terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung api aktif ini terus melontarkan material pijar dan abu vulkanik pekat akibat rangkaian erupsi menerus.
Status gunung saat ini masih tertahan di Level III (Siaga), dengan rekomendasi zona aman berada di luar radius tiga kilometer dari kawah utama.
Sebaran debu hitam dan abu vulkanik dilaporkan telah menjangkau enam provinsi di Pulau Jawa dan Sumatra, termasuk Banten, Lampung, Jawa Barat, hingga DKI Jakarta.
Di ibu kota, partikel abu tipis mulai terdeteksi hingga ke kawasan pusat kota, memicu masyarakat untuk kembali mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan demi menghindari sesak napas dan iritasi mata.
Sementara itu, sejumlah pemukiman di pesisir Lampung Selatan dan Serang dilaporkan mengalami hujan abu yang cukup tebal sejak malam hari.
Dampak erupsi ini juga melumpuhkan sektor transportasi udara secara drastis setelah otoritas penerbangan memutuskan untuk menutup sementara enam bandara.
Langkah penutupan ini diambil demi keselamatan penerbangan menyusul tingginya sebaran abu vulkanik di jalur ruang udara yang dapat merusak mesin pesawat.
Akibatnya, ribuan penumpang di berbagai bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, mengalami penundaan hingga pembatalan jadwal terbang massal.









