Jakarta, infopasar.id – Pasar Tanah Abang kini tidak lagi sunyi, Pusat grosir terbesar di Asia Tenggara ini mulai kembali bergeliat dan menunjukkan taringnya setelah sempat terpukul telak oleh tren belanja digital.
Berdasarkan data terbaru dari Unit Pasar Besar (UPB) Pasar Tanah Abang, rata-rata 15 ribu orang kini memadati kawasan tersebut setiap harinya, bahkan angka kunjungan bisa melonjak mendekati 17 ribu orang pada akhir pekan.
Kunci dari kebangkitan ini ternyata bukan karena pedagang hanya berdiam diri menunggu keajaiban, melainkan keberanian mereka untuk berubah.
Lonjakan pengunjung ini berjalan seiring dengan revolusi cara berdagang di dalam pasar, Para pedagang tidak lagi sekadar mengandalkan transaksi tatap muka di lapak fisik, melainkan telah merambah dunia digital dengan aktif berjualan daring (online) serta melakukan siaran langsung (live streaming) langsung dari toko mereka.
Manager UPB Pasar Tanah Abang, Rahmat Kartolo, mengungkapkan bahwa ini sempat mencatatkan rekor tertinggi hingga menyentuh 20 ribu orang dalam sehari.
Kepadatan paling mencolok terlihat di kawasan Blok B, yang menjadi pusat buruan pembeli untuk mencari berbagai kebutuhan busana.
Rahmat menegaskan bahwa pihak pengelola mendukung penuh langkah adaptasi digital ini agar aktivitas jual beli tetap relevan dan mampu mengikuti perubahan pola belanja masyarakat modern.
Rizal, salah seorang pedagang di Tanah Abang, mengakui bahwa penjualan daring awalnya sempat mematikan aktivitas perdagangan mereka. Namun, situasi berbalik seratus delapan puluh derajat setelah para pedagang kompak ikut masuk ke ekosistem digital dan menyiarkan produk mereka secara langsung demi memikat konsumen dari seluruh Indonesia.
Meskipun layar ponsel kini menjadi etalase baru, magnet fisik Pasar Tanah Abang tetap tidak tergantikan bagi sebagian masyarakat.
Nurhayati, seorang pedagang baju muslim, merasakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir lapaknya mulai kembali ramai. Menurutnya, interaksi langsung dan kepuasan memegang material produk menjadi alasan mengapa ribuan orang masih rela datang dan berdesakan di pasar setiap harinya.
Nurhayati dan ribuan pedagang lainnya kini menaruh harapan besar agar angka kunjungan ini terus meroket stabil, terutama menjelang momentum puncak seperti hari raya Lebaran.
Gabungan antara efisiensi belanja daring dan pengalaman berbelanja langsung terbukti menjadi formula ampuh yang menghidupkan kembali urat nadi perekonomian di Tanah Abang.









