Jakarta, infopasar.id – Secara keseluruhan, mayoritas harga pangan strategis di tingkat konsumen pada Rabu, 4 Februari 2026, menunjukkan tren penurunan dibandingkan hari sebelumnya.
Komoditas utama seperti beras, minyak goreng kemasan, dan daging ayam mengalami koreksi harga yang cukup signifikan, memberikan sedikit ruang napas bagi daya beli masyarakat.
Meski demikian, penurunan ini tidak terjadi secara seragam pada seluruh komoditas, karena beberapa jenis bahan pokok tertentu justru masih bertahan di atas harga acuan pemerintah.
Penurunan harga yang paling mencolok terlihat pada sektor beras, di mana beras premium kini dibanderol rata-rata Rp14.686 per kilogram, turun sekitar 5,77%.
Begitu pula dengan beras medium yang menyentuh angka Rp12.697 per kilogram, jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan.
Hal ini tidak lepas dari laporan ketersediaan stok nasional yang surplus hingga 14,48 juta ton untuk periode awal tahun, memberikan sinyal bahwa ketahanan pangan dalam kondisi sangat aman.
Meskipun harga beras melandai, komoditas minyak goreng rakyat atau Minyakita masih menjadi tantangan bagi pemerintah. Meski terdapat klaim penurunan secara periodik, harga rata-rata nasional Minyakita masih berada di kisaran Rp16.706 per liter, yang berarti masih melampaui HET nasional sebesar Rp15.700.
Situasi ini menunjukkan adanya hambatan dalam rantai distribusi atau realisasi kewajiban pasar domestik (DMO) yang belum sepenuhnya terserap secara merata ke pasar-pasar tradisional.
Pada kelompok bumbu dapur, terjadi fluktuasi yang cukup tajam antara berbagai jenis cabai. Harga cabai merah keriting dan cabai merah besar mengalami penurunan drastis hingga lebih dari 25% dibandingkan hari sebelumnya.
Sebaliknya, cabai rawit merah justru mengalami kenaikan menjadi Rp61.175 per kilogram. Kenaikan harga cabai rawit ini sering kali dipicu oleh faktor cuaca ekstrem di daerah produsen yang mengganggu jadwal panen serta meningkatkan risiko kerusakan komoditas selama pengiriman.
Sektor protein hewani seperti telur dan daging ayam ras juga menunjukkan kabar baik bagi konsumen dengan adanya penurunan harga masing-masing sekitar 8% hingga 10%. Telur ayam kini berada di kisaran Rp27.773 per kilogram, sementara daging ayam ras turun ke angka Rp35.200 per kilogram.
Penurunan ini kemungkinan disebabkan oleh normalisasi pasokan setelah masa libur awal tahun dan stabilnya harga pakan ternak di tingkat produsen pada periode Februari ini.
Menjelang masuknya bulan Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada pertengahan Februari 2026, pemerintah mulai memperketat pengawasan harga.
Meskipun saat ini harga cenderung turun, pola historis menunjukkan bahwa permintaan akan melonjak tajam dalam dua minggu ke depan.
Oleh karena itu, penurunan harga hari ini dianggap sebagai fase stabilisasi sebelum menghadapi tekanan inflasi musiman yang biasa terjadi akibat peningkatan konsumsi rumah tangga saat menyambut bulan suci.
Secara makro, kondisi harga sembako pada 4 Februari 2026 mencerminkan keberhasilan langkah intervensi pemerintah dalam menjaga stok pangan, namun tetap menyisakan pekerjaan rumah pada aspek distribusi minyak goreng dan pengendalian harga cabai rawit.














