Jakarta, infopasar.id – Kondisi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kini mengalami perubahan signifikan.

Tumpukan sampah yang sebelumnya menggunung dengan ketinggian mencapai sekitar 6 meter dilaporkan telah berhasil dibersihkan seluruhnya.
Area yang dulunya dipenuhi limbah pasar tersebut kini terpantau bersih dan tidak ada lagi sisa tumpukan yang tertinggal di lokasi.

Kepala Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, mengonfirmasi bahwa seluruh sampah tersebut telah dipindahkan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.
Proses pengosongan lahan TPS ini dilakukan secara menyeluruh guna mengembalikan fungsi area dan meningkatkan kenyamanan di lingkungan pasar.

Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi para pedagang maupun warga sekitar yang selama ini terdampak aroma tidak sedap.
Langkah pengangkutan sampah secara intensif ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Perumda Pasar Jaya dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.
Sinergi antarinstansi ini difokuskan pada percepatan pembersihan sisa-sisa sampah yang sempat menumpuk akibat volume buangan yang tinggi setiap harinya.
Koordinasi yang kuat memastikan armada pengangkut bekerja optimal hingga area benar-benar steril.
Agus Lamun menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memastikan sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah di pasar induk berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Dengan pengawasan ketat, alur distribusi sampah dari lapak pedagang menuju TPS hingga ke pembuangan akhir diharapkan tidak lagi mengalami kendala teknis yang memicu penumpukan serupa di masa mendatang.
Guna mencegah munculnya kembali “gunung” sampah, pihak pasar berkomitmen untuk terus melakukan langkah preventif.
Edukasi rutin diberikan kepada para pedagang dan pengunjung agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan pasar.
Kesadaran kolektif untuk mengelola sampah dengan lebih bijak menjadi kunci utama agar kapasitas TPS tetap terjaga dan higienis.
Selain edukasi, Perumda Pasar Jaya juga mulai melirik solusi berbasis teknologi dalam menangani limbah pasar.
Saat ini, sedang dilakukan uji coba penerapan teknologi thermal hydrolysis yang diharapkan mampu mengolah sampah secara lebih modern.
Teknologi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada lahan pembuangan akhir.
Tak hanya itu, pihak pengelola juga tengah mengembangkan sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero) di kawasan Pasar Induk Kramat Jati.
Melalui sistem ini, sampah diharapkan dapat diolah sejak dari sumbernya hingga habis tak bersisa, sehingga menciptakan ekosistem pasar yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan bagi seluruh elemen masyarakat.














