Jakarta, infopasar.id – Pemerintah memutuskan untuk menjual sebanyak 380 ribu ton beras pecah yang tersimpan di gudang Perum Bulog dengan harga Rp11.000 per kilogram (kg).
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan bahan pangan nasional sekaligus mengoptimalkan stok beras yang ada di gudang cadangan negara agar tetap bernilai guna.
Keputusan penting tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat melakukan kunjungan kerja di Palembang, Sumatera Selatan, pada Rabu (4/11/2026).
Dalam keterangannya, pria yang akrab disapa Zulhas ini menegaskan bahwa kebijakan ini telah melalui koordinasi matang antar-kementerian guna memastikan penyaluran komoditas pangan tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi yang nyata.
Beras pecah dalam jumlah besar tersebut secara khusus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pemerintah membidik sektor industri rumah tangga yang sangat bergantung pada komoditas ini, terutama para perajin kue tradisional dan produsen bihun rumahan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui penetapan harga yang terjangkau sebesar Rp11.000 per kg, pemerintah berharap dapat meringankan beban biaya produksi bagi para pelaku usaha kecil di tengah fluktuasi harga bahan baku.









