Jakarta, infopasar.id – Harga telur ayam ras di sejumlah pasar tradisional terus mengalami kenaikan hingga menyentuh angka Rp29.650 per kilogram.
Lonjakan harga ini mulai dikeluhkan oleh para konsumen, terutama para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner kecil.
Kenaikan yang terjadi secara bertahap dalam sepekan terakhir ini membuat daya beli masyarakat terhadap salah satu sumber protein utama tersebut menjadi cukup terganggu.
Menurut para pedagang di pasar, kenaikan harga ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari tingkat peternak serta meningkatnya biaya pakan ayam.
Distribusi yang sedikit terhambat ke beberapa daerah juga ikut andil dalam mengerek harga jual di tingkat eceran.
Situasi tersebut memaksa pedagang untuk mengurangi stok harian mereka guna mengantisipasi kerugian jika harga tiba-tiba kembali fluktuatif.
Dampak dari mahalnya harga telur ini langsung dirasakan oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya pembuat kue dan pedagang makanan matang.









